Archive for the ‘ARTIKEL’ Category

Report: Beatbop Project at JJF 2010 (part 1)


Jumat itu sudah mulai larut. Tampak jumlah penonton di Outdoor Stage juga nggak sebanyak di stage2 indoor. Di stege sebelah, sekumpulan orang lagi pada nonton Aditya. Di antara mereka sepertinya ada hardcore fansnya, soalnya lumayan heboh reaksi mereka.

Gw ngeliat ke langit, meskipun sudah malam tapi warnanya abu2. Awan mendung menemani persiapan teman2 Beatbop Project dan tetesan air pun mulai terasa meskipun sedikit sekali. Kalau kita ngeliat ke lampu sorot dari rig operator, butiran2 air yang halus terlihat melayang jatuh perlahan seperti salju. Lumayan deg2an juga, soalnya masih ada 10 menit lagi sebelum Beatbop Project memulai aksi mereka di panggung. Berdoa…

Tak lama, Aditya selesai manggung di stage sebelah. Kerumunan penonton bergerak ke arah area makan, hanya sedikit yang bergerak ke arah panggung Beatbop Project. Tanpa pembukaan yang basa-basi, di stage sudah siap Beatbop Project. Billy dan Jevin mencoba memikat para penonton dengan suara robot, dan berhasil! Kerumunan orang yang awalnya hendak meninggalkan area, langsung berbelok ke arah stage. Pembukaan yang bagus langsung disambut oleh Indra Aziz a.k.a. DaZeeZ dengan sapaan yang menyenangkan dan vocal scratch yang membuat penonton tertawa. Suasana pun menjadi lebih santai.

Beatbop Project membawakan beberapa komposisi, saya nggak hafal semua (Dra, ntar bantuin ya. hehe…), antara lain Last Train to Yogyakarta dan cover version Idiotique dari Radiohead. Penampilan beatboxing dari Billy dan Jevin menambah kekaguman penonton. Terlihat ada beberapa penonton bule yang tampak sumringah saking merasa terhibur dengan penampilan Beatbop Project malam itu.

Beberapa foto liputan penampilan Beatbop Project malam itu akan disusulkan di artikel berikutnya dalam waktu dekat. Saat ini proses upload sedang berjalan lambat karena koneksi internet yang kurang baik.

PS: Buat teman2 yang kemarin kebetulan ikut nonton di sana dan berhasil mengabadikan penampilan mereka ke dalam video, sudi kiranya untuk menguploadkan ke YouTube dan share linknya di sini. :)

 

Equipment: Behringer XM8500 Microphone


Sebelumnya pernah kita bikin artikel tentang mic, di mana kita ngejagoin Shure SM58. Tapi pastinya banyak orang yang terkendala sama harganya. Mahal, boss… So, setelah cari-cari referensi lagi, kita ketemu dengan Behringer SM8500.

Behringer XM8500

Mic ini secara spesifikasi / spec nggak jauh beda dengan Shure SM58. Mic ini juga cukup ringan dan cukup tahan banting. Dan yang terpenting, harga resminya lebih murah daripada Shure SM58. Boleh dicoba tuh!

Referensi: http://www.behringer.de/EN/Products/XM8500.aspx & FatTony dari HumanBeatbox.com

 

Mic dan Stage Performance


Vocal Microphone

Vocal Microphone

Untuk seorang beatboxer, mic yang bagus adalah hal yang esensial untuk bisa ngasih performance yang bagus di atas stage. Tapi karena beatboxing adalah hal yang relatif baru bagi dunia panggung hiburan di Indonesia, maka kita nggak bisa 100% yakin bahwa mic yang disediain udah sesuai dengan kriteria kita. Soundman yang punya jam terbang tinggi juga nggak akan bisa ngebantu kita untuk bisa tampil optimal kalau mic yang kita pake udah gak layak. Dari dua performance terakhir gw di panggung, gw dapat dua pengalaman yang berbeda, dan inilah yang akan gw share dengan kalian.

Di performance yang pertama, gw dapet mic yang bagus plus soundman yang jempolan. Cukup dengan usaha yang biasa aja, suara yang keluar bisa dahsyat banget. Bahkan tingkat kepedean gw juga ikut terdongkrak karenanya. Sedikit gangguan cuma terjadi waktu masuk sesi group performance. Gw rasa penyebabnya adalah terlalu banyak mic di satu panggung kecil, 6 mics dgn stage sekitar 5 x 2 meter. Menurut gw, sebuah group performance itu maksimal 4 performer, yang artinya ada 4 mic di atas stage. Kalau dibreak down, 3 mic untuk beatboxer dan 1 mic untuk MC / beatboxer.

Di performance yang kedua, panitia bilang udah nyiapin 6 mic di panggung. 3 mic udah dipegang sama dAzeez, BdaBX dan Jevin, sementara gw sama Yori agak sibuk nyari mic sisanya di panggung. Yori akhirnya dapet 1 mic bagus terakhir dan gw harus puas dengan mic yang dipake untuk perkusi. Hasilnya, sound gw paling ancur. Hehehe…

Dari pengalaman kedua, gw notice banget bahwa mic yang dipake sama teman2 gw semuanya mic untuk vokal. Sedangkan yang gw pake adalah…, well buat gw sih itu mic2an. :P Dari bentuknya aja udah beda. Permintaan gw untuk adjustment ke soundman nggak membuahkan hasil yang baik. Dan dengan sangat terpaksa, gw harus puas dengan performance yang jauh di bawah standar. Kecewa? Jelas, tapi the show must go on. :)

Lalu bagaimana menyiasati hal seperti ini? Ada 3 hal yang bisa dilakuin:
1. Minta mic yang benar ke panitia. Pasti ada panitia yang stand by dan bisa bantu kita.
2. Kalo gak ada, test semua mic yang tersisa dan pake yang suaranya paling bagus.
3. Bawa mic sendiri.

Cara ketiga sebetulnya adalah yang paling ideal. Masalahnya, harga mic yang bagus itu nggak murah. Bisa nyampe di kisaran 1 juta rupiah satunya. Jadi, menabunglah dan beli yang bagus sebagai investasi. Rawat baik2 dan bawa terus mic itu ke mana pun kita perform. Tinggal cabut kabel dan colokin punya kita.

Mic untuk vokal ada banyak merek dan tipenya. Misalnya dari brand Shure atau Audio Technica (contekannya). Gw pribadi masih prefer Shure SM58. Harganya relatif mahal, tapi hasilnya memuaskan buat gw.

OK, mudah2an artikel kali ini berguna buat teman2. Keep spittin those beat! :D


Also posted on Gorboman’s Blog.

 

Teknik Pernafasan Untuk Beatboxer


Hey teman-teman! Kali ini gue mau ngebahas soal pernafasan. Sebelum masuk ke pernafasan untuk beatbox, kita lihat dulu yuk gambaran besarnya.

Rahasianya ada pada diafragma. Pasti kalo elo belajar vokal sering banget ketemu kalimat ini. Ya, pernyataan itu benar sekali, melatih diafragma ini sangatlah penting untuk pernafasan kita, seperti pemain bola melatih kakinya.

Click to continue reading “Teknik Pernafasan Untuk Beatboxer”

 

Beatboxing Tool: The Mic


Beatboxing Tool: The Mic
by ARIA aka GORBOMAN

The first time I used a mic to beatbox was when Mando came to GoetheHaus, Jakarta. There was this small battle and I was in it. I noticed that Mando’s mic was easier to use than all the mics there. Then I noticed when Mando didn’t use his mic, his sound was just mediocre. So I thought that setting up the mic is a crucial thing in performing with a mic.

Click to continue reading “Beatboxing Tool: The Mic”

 

Your Mic Stinks?


Your Mic Stinks?
(by ARIA A.K.A. GORBOMAN)

It stinks

It’s normal if we really fond of a mic whatever the reason is. We could be so fond of it so either we’ll never use it or we use it all the time. Any of those actions can get your mic to be stink. It is caused by our own mouth but we don’t want that stink, would we? Here’s a rough tutorial that I’ve made about cleaning your mic out of smell.

Click to continue reading “Your Mic Stinks?”

 

Coming out of the beatbox (The Jakarta Post)


Coming out of the beatbox

Meninaputri , Sun, 11/23/2008

The Indonesian hip hop scene just turned a new leaf with the launch of Indonesian Beatboxing Community (IBC) at the Goethe Institute Indonesia last month.

Click to continue reading “Coming out of the beatbox (The Jakarta Post)”

 

The Real History of Beatboxing (Indonesians version)


The Indonesian Beatboxing Community

Part 1: The Pre-History of Beatboxing
oleh Defenicial (and TyTe)

Introduction

Beatbox sering terdokumentasikan, yg umum kita ketahui, berakar di awal modern hiphop, di ujung2 jalan seperti Chicago, Bronx, dan LA, dan ini umumnya benar. Namun, vokal perkusi- asal muasal beatboxing muncul - telah menjadi bagian dari musik dan urban scene lebih lama dari yg kita kira. Sebagai bagian dari “the new school of beatboxing” dan hip-hop, dari sekitar tahun 1998 hingga kini, sangatlah penting “New School” ini mengenal sejarahnya, dan bagaimana sub-kultur ini bisa ada. Melalui penelitian yg sulit, Saya akan mencoba menjelaskan pembaca dengan singkat “the true history of beatboxing”.

Click to continue reading “The Real History of Beatboxing (Indonesians version)”

 

Definition of Human Beatboxing (Indonesian version)


The Indonesian Beatboxing Community

Beatboxing, aka vokal perkusi, lebih memfokuskan dalam seni penciptaan ketukan (beats) dan rhythms dengan menggunakan mulut manusia. Namun, juga turut mengikutsertakan peniruan berbagai macam suara, seperti scratching,sesuatu yg seorang beatboxer scratch kuasai.

Seorang Beatboxer yg handal biasanya dapat mendemostrasikan kemahiran vokal yg luas.

Click to continue reading “Definition of Human Beatboxing (Indonesian version)”